Kembali Kepada Islam?

Pemikiran untuk “kembali kepada Islam” berbicara tentang ajakan kepada konsep kehidupan berlandaskan Islam. Konsep kehidupan Islam ini mencakup aspek pemikiran (paradigma) maupun panduan dalam tataran praktis. Konsep kehidupan Islam tidak hanya menyentuh dimensi pribadi dan keluarga saja, namun juga menyentuh dimensi yang lebih luas, yakni masyarakat dan negara. Ini yang mungkin jarang dipahami umum, dan lantas memahami konsep kehidupan Islam hanya mencakup dimensi pribadi saja.

Pembahasan tentang pandangan dan konsep-konsep kehidupan yang paling mengakar (radikal) terdapat pada bidang ilmu ideologi. Ideologi inilah yang sebetulnya paling berperan mendasar dalam membentuk kehidupan. Sebuah ideologi jika ditanamkan di tengah-tengah masyarakat maka masyarakat tersebut akan memiliki corak berdasarkan ideologi tersebut. Ideologi Komunisme "dilempar" ke tengah-tengah masyarakat Rusia dan sekitarnya, maka seketika masyarakat tersebut memiliki pola kehidupan komunis. Ideologi Kapitalisme "dilempar" ke tengah masyarakat Barat, maka seketika masyarakat tersebut memiliki pola kehidupan Kapitalis. Dua Ideologi ini setidaknya yang bisa disaksikan secara jelas kiprahnya hingga sekarang. Namun bagaimana dengan Islam?


Sebagaimana dipaparkan di awal, konsep kehidupan Islam tidak hanya menyentuh dimensi pribadi dan keluarga saja, namun secara empiris dan normatif Islam juga memiliki daya untuk menyentuh dimensi masyarakat dan negara. Islam mampu membentuk “kehidupan”. Islam memiliki konsep pemikiran (paradigma) yang sifatnya mendasar dan cabang, sekaligus memiliki konsep di tataran praktis (contohnya sanksi) yang sangat dibutuhkan untuk menopang kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dengan demikian, dari sudut pandang Ilmu Ideologi, Islam juga layak untuk dikategorikan sebagai sebuah Ideologi. Lebih lanjut, Islam layak untuk dipertimbangkan sebagai salah satu opsi “berkehidupan”, selain Komunisme dan Kapitalisme.


Jika demikian adanya, bahwa Islam adalah sebuah Ideologi, lantas sejauh apa relevansinya di kehidupan nyata? Apakah Islam lebih "terbelakang", atau malah Islam lah jawaban dari beragam masalah yang belum terpecahkan oleh ideologi lainnya?


Bersambung…

Labels: Opini
0 Komentar untuk "Kembali Kepada Islam?"

santun

Back To Top